Selasa, 18 Januari 2022

Pemrograman Berorientasi Objek


                                                            ELEMEN DASAR JAVA

 A.    Instalasi Java

             Instalasi aplikasi SDK pada komouter. Berikut langkah-langkah untuk instalasi java :

                 a. Jalankan installer Java SDK
                b. Ikuti semua proses sampai selesai.
                c. Set variable system path pada computer.

Caranya :
   - Buka Windows Explorer.
   - Klik kanan icon MY Computer, Klik properties.
   - Klik Advance system settings.
   - Klik tab Advanced
   - Klik Tombol Environment Variables
   - Pada bagian system variable, cari variable path, kemudian klik Edit, tambahkan alamat dari folder          bin pada Java compiler Anda je dalam value variable path.
   - Pada bagian user variable, tambahkan variable, classpath kemudian isi nilainya dengan “.;” (titik             dan titik koma) alamat folder_lib_anda.
   - Cobalah Java Anda, buka command line

Ketikan javac<<enter>>
Ketikan java <<enter>>

    A. Konsep Dasar Pemrograman Berorientasi Objek

             Java adalah salah satu Bahasa pemrograman yang menggunakan paradigma pemrogramana berorientasi objek. Pemrograman berorientasi berbasis objek menjadikan object dan class sebagai konsep utamanya. Jadi dalam pemrograman java, object, dan class menjadi suatu yang paling sentral. Java adalah salah satu Bahasa pemrograman yang tidak tergantung pada operatingnya system (operating system independent), yang sekarang mulai popular di kalangan programmer.

     B. Konsep Dasar Variabel.

           Variabel adalah satuan yang dipakai oleh program sebagai basis utuk penyimpanan data. Penggunaan variable harus terlebih dahulu dideklarasikan nama dan tipenya.

    C. Konsep Dasar Array

         Array adalah sekumpulan data yang sama tipenya. Isi array dapat diakses melalui index yang dimuali dari 0 sampai dengan jumlah_elemen_array-i.

 

    Tipe_variable nama_array[]; 

Contoh :

    Int MySrr[];

Array Multidimensi

 

Kita dapat mendeklarasikan array lebih dari satu dimensi. Sebagai contoh kita akan membahas array dua dimensi. Untuk array berdimensi lebih dari dua dapat kita analogikan dengan array dimensi dua.

 

                                             OPERATOR, CONTROL FLOW, dan STRING

 

1. Aritmatika Operator

     Java mempunyai operator aritmatika seperti + (penjumlahan), - (pengurangan), *(perkalian), / (pembagian) dan % (modulus). Operator – operator ini beraku seperti dalam operasi aritmatika. Dalam java juga dimungkinkan untuk penyederhanaan penulisan operator seperti yang terlihat di bawah ini ;

 Int a, b, c, d, e,

a = 15; b = 10; //=80; d=100; e=20;
a+ = 5; // sama dengan a = a+5
b- = e; // sama dengan b = b-e
c* = b; //sama dengan c = c*b
d/ = 4; // sama dengan d = d/4
e% = 3; // sama dengan e =e%3, hasilnya = 2
d++; // sama dengan d = d+1 (increment)

 2. Logika Operator

 Ada tiga logika Operator dalam java yaitu :

             &&      Logika /and
             ||           Logika Or
              |           Logika Not 

Ketiga operator tersebut dioperasikan terhadap Boolean data tipe yang menghasilkan Boolean data type juga (true atau false).

3. Bit per bit operator
       Variable bertipe long, int, short, byte dan char dapat mempunyai operator yang dioperasikan langsung kesusunan binernya (bit atau bit).

 1. Relasional

     Operator relasional digunakan untuk membandingkan dua nilai. Hasil dari perbandingan tersebut adalah data tipe Boolean (true atau false).

 1. Prioritas

     Setiap operator mempunyai prioritas sendiri – sendiri sehinggi perhitungan matematika dilakukan sesuai prioritasnya. Lihat contoh dibawah ini :

 C = a + b * d;

 Akan dijalankan sesuai prioritas yaitu *,+,=

 

 Operator yang sama prioritasnya akan dioperasikan dari kanan ke kiri.

 1. Pertanyaan if

     Pertanyaan if adalah control flow yang paling sederhana pernyataan ini mengevaluasi suatu ekspresi. Jika ekspresi benar (true) maka bok pernyataan akan dijalankan. Sebaliknya computer akan melompati blok pernyataan tersebut. Sintaks dari pernyataan if :

 If (ekspresi)

             Pernyataan;

 2. Pernyataan if-else

     Pernyataan if-else mengevaluasi suatu ekspresi. Jika ekspresi benar (true) maka blok pernyataan dijalankan. Sebaliknya computer akan menjalankan blok pernyataan yang lain. Sintaks dari pernyataan if-else:

 If(ekspresi)

             Pernyataan_1;

 Elsa

             Pernyataan_2;

 3. Pernyataan switch, case dan break

     Switch digunakan untuk percabangan (seleksi) lebih dari dua. Ini digunakan untuk menghindari pergunaan if-else yang berlapis-lapis.

 4. Pengulangan (Loop)

       Pengulangan dengan while

 Alur program blok while akan dilakukan berulang-ulang selama ekspresi benar (true).

String

    String adalah objek yang terdiri ats deretan karakter. Tidak seperti array dari karakter, String tidak perlu ditentukan jumlah Panjang karakternya.

 

                                                                              CLASS

  Class merupakan bagian pokok dari pemrogrman Berorientasi Objek (Object Oriented Programming). Class merupakan cara merakit data-data dan menentukan semua metode yang diperlukan untuk mengkases menggunakan dan mengubah data-data tersebut. Dalam java class juga bias dianggap sebagai type dari object.

 Setiap cass memiliki dua hal utama. Yang pertama adalah yang kita sebut state/atribut/property. State dalam objek tidak lain adalah nilai dari setiap variable. Bagaimana yang kedua adalah tool atau method yang menentukan utility yang dimiliki oleh class.

 1. Konstruktur

     Konstruktur adalah method dengan property yang unik dan untuk keperluan inisialisasi pada objek diciptakan. Jadi konstruktur digunakan memberikan nilai kepada attribute tertentu pada saat objek diciptakan. Konstruktor didefinisikan dengan nama sama dengan nama class. Konstruktor tidak perlu return typr sebab konstruktor secara actual dipanggil sebagai method. Konstruktor ini dipanggil pada saat kita memberikan perintah new.

 2. Inherintance (Pewarisan)

     Inherintance (Pewarisan) adalah suatu mekanisme yang memungkinkan satu class mewarisi (memiliki) attribute dan method dari class lain. Mekanisme pewarisan ini diperlukan untuk mengembangkan class-class yang sudah ada tanpa harus membuka source code dari class-class tersebut. Class yang mewarisi disebut subclass sedangkan class yang diwarisi disebut super class

 1. Kata Kunci This

     This adalah referensi yang menunjuk pada objek actual. Nilai this ini menunjukkan bahwa objek yang dimaksud adalah objek yang sedang aktif itu sendiri. Contoh penggunaan dari this adalah sbb :

 2. Overriding Method

     Overidding method adalah suatu mekanisme pewarisan class dimana subclass mendefinisikan ulang satu atau lebih method (fungsi) yang ada di super calss. Dalam overriding ini subclass bias mendefinisikan method (fungsi) yang di-override dengan fungsi yang baru sama sekali, atau menambahi method (fungsi) yang di-override yang sudah ada dengan fungsional-fungsional yang lain.

 

                                                                           Threedss

 

 Mengembangkan class Thread

 Dengan menggunakan extends Thread, mekanisme Thread dapat diaplikasikan dengan membuat fungsi run ( ).

 Untuk melihat concurrency (multitasking) pada program tersebut tambahkan method sleep ( ) untuk actual Thread (current Thread). Method sleep ( ) hanya dapat dilakukan dengan menangkap sinyal.

 Method yang berhubungan dengan Thread

 Start ( )

 Mengaktifkan Thread Obyek Thread kemudian akan menjalankan method run ( ).

 Stop ( )

 Menghentikan Thread yang sedang aktif.

 Sleep ( int delta)

 Menunda aktifitas Thread untuk delta millisecond.

 Contoh selanjutnya adalah mendemonstrasikan animasi yang dilakukan dengan menjalankan Thread. Tugas Thread adalah melakukan repaint ( ) pada obyek. Setelah repaint ( ) dilakukan, Thread beristirahat untuk beberapan untuk beberapa detik dan untuk kemudian melakukan repaint ( ) kembali. Obyek Thread kemudian akan menjalankan method run ( ). Kemudian class TThread digunakan oleh class yang merupakan pengembangan (extend) dari class Applet. Class Applet digunakan untuk class-class yang digunakan dalam aplikasi applet (untuk ditampilkan dalam html file).

 Setelah kita compile kedua class tersebut, yaitu class Thread dan class Animasi, kita dapat membungkusnya ke dalam file html. Selanjutnya kita dapat mengeksplore file tersebut dengan internet browser.

 Mengimplementasikan Runnable interface

 Pada contoh di atas Thread digunakan dengan mengmbangkan class Thread, yang mana berarti bahwa Subclass Thread hanya dapat mewarisi sifat-sifat dari Thread. Pengikatan Class ini dapat dihindari dengan menggunakan konsep interface. Dengan mengimplementasikan Runnable interface. Interface Runnable ini hanya berisi satu method yang harus diimplementasikan, yaitu run ( ).

 Konstruktor Thread adalah :

             Thread(Runnable ThreadObject)

 Atau

             Thread(Runnable ThreadObject, String nama Thread)

 ThreadObject pada contoh di atas adalah this, yang merupakan Obyek itu sendiri yang mengimplemetasi Runnable.

             Method is Active ( ) akan memberikan nilai true jika Thread actual aktif, dan false jika tidak aktif.

 

                                                        EXCEPTION (EKSPRESI)

 Eksepsi adalah mekanisme yang memungkinkan program untuk menangkap kondisi-kondisi tertentu yang membutuhkan penanganan khusus. Eksepsi dapat berupa kesalahan yang terjadi dalam program pada saat run time. Format eksepsi adalah :

             Try {

                         //blok program

                         …………………………

             } catcth (EksepsiTipe1 e) {

                         // blok program untuk EksepsiTipe1

                         ………………………..

 } catcth (EksepsiTipe2 e) {

                         // blok program untuk EksepsiTipe2

                         ………………………..

             } catcth (EksepsiTipe3 e) {

                         // blok program untuk EksepsiTipe3

                         ………………………..

             } finally {

                         // blok program

                         ……………………….}

 Try menyatakan bahwa dalam blok try dapat terjadi suatu ekspresi dan bila ekspresi terjadi, maka aktifkan program yang berada dalam kelompok (blok) catch sesuai dengan tipe ekspresinya.

 Object   dari tipe ekspresi dapat digunakan sebagai referensi penanganan ekspresi actual. Finally menyatakan bahwa apapun jenis tipe ekspresinya, maka program dalam blok ini harus tetap dijalankan.

 Dengan menangkap eksepsi program tidak langsung berhenti dan melaporkan kesalahan tersebut, melainkan membelokkan  dengan program pengaman tertentu.

 Pada saat run time, jika java menemukan kesalahan dan melempar pesan ke program. Dengan pesan ini, program akan melakukan suatu aksi tertentu. Mekanisme melampar ini disebut juga sebagai throw, alur program akan dihentikan, kemudian program pengendali (exception handling) akan diaktifkan.

Throw

    Throw digunakan secara eksplisit untuk membuang sebuah ekspresi. Contoh berikutnya, TestThrow mendefinisikan Obyek Eksepsi “NullPointerException” pada sebuah variable t. Dengan intruksi throw, program Eksepsi untuk kemudian ditangkap oleh instruksi catach. Namun tentunya yang ditangkap harus sesuai dengan tipe eksepsi yang dilemparkan. Dalam hal ini program.

 Throws

 Eksepsi selalu ditangkap dengan catch pada blok dimana aksepsi tersebut dilempar. Tanpa catch, program tidak akan dikomplikasi. Program dibawah ini menghilangkan try dan catch pada subroutine demo ( ), namun dengan menggunakan tambahan kata kunci throws Exception.

 

                                            JAVA GRAPHICAL USER INTERFACE

 

Graphical User Interface

 Graphical User Interface merupakan antar muka grafis yang memfasilitasi interaksi antara pengguna dengan program aplikasi. Salah satu komponen dalam Bahasa pemrograman Java untuk membangun GUI adalah Swing. Komponen ini didefinisikan di dalam paket javax.swing. swing diturunkan dari Abstract Windowing Toolkit dalam paket java.awt.

Layout Management

    Untuk mengatur layout dari setiap komponen-komponen GUI yang diletakkan pada container, digunakan layout manager. Setiap pane secara default pasti memiliki layout manager. Jika ingin mengubah layout-nya, gunakan void setLayout(LayoutManager mgr) Java menyediakan 6 buah class standar yang dapat digunakan sebagai layout manager yang terhadap dalam package java.wt, yaitu FlowLayout, GridLayout, BorderLayout, CardLayout, GridBagLayout, BoxLayout.


umsida.ac.id | fst.umsida.ac.id

Minggu, 04 Juli 2021

Jaringan Komputer

Dasar Firewall (Filter, NAT, Mangle)

    Tembok api atau dinding api adlah sistem perangkat lunak yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk bisa melaluinya dan mencegah lalu lintas jaringan yang dianggap tidak aman. Umumnya, sebuah tembok-api diterapkan dalam sebuah mesin terdeteksi, yang berjalan pada pintu gerbang (gateway) antara jaringan lokal dengan jaringan Internet. Fungsinya digunakan untuk membatasi atau mengontrol akses terhadap siapa saja yang memiliki akses terhadap jaringan pribadi dari pihak luar.


Filter

    Firewall mengimplementasikan packet filtering dan dengan demikian menyediakan fungsi keamanan yang digunakan untuk mengatur arus data, dari dan melalui router, yang berfungsi sebagai alat untuk mencegah akses tidak sah ke jaringan langsung terpasang dan router itu sendiri serta sebagai filter untuk lalu lintas keluar.

NAT

    Ada dua jenis NAT, diantara Sumber NAT atau srcnat dan Tujuan NAT atau dstnat. Sumber NAT atau srcnat, jenis NAT ini dilakukan pada paket yang berasal dari jaringan natted. Berfungsi untuk mengganti sumber alamat pribadi IP dari sebuah paket dengan alamat IP baru publik karena perjalanan melalui router. Sedangkan, Tujuan NAT atau dstnat, jenis NAT ini digunakan untuk memebuat host di jaringan pribadi untuk dapat diakses dari internet.

Mangle 

    Mangle adalah semacam 'penanda' yang menandai paket untuk proses selanjutnya dengan tanda khusus. Dalam RouterOS banyak menggunakan tanda misalnya pohon antrian, NAT, dan routing. Fasilitas mangle digunakan untuk memodifikasi beberapa bidang dalam header IP, seperti TOS (DSCP) dan bidang TTL.


Bridge dan Routing 

Bridge

Ethernet seperti jaringan (Ethernet, Ethernet over IP, IEEE802,11 di ap-bridge atau modus jembatan, WDS, VLAN) dapat dihubungkan bersama-sama menggunakan MAC jembatan. Fitur jembatan memungkinkan interkoneksi host terhubung untuk memisahkan LAN (menggunakan EollP, jaringan didistribusikan secara geografis dapat dijembatani juga jika jenis interkoneksi jaringan IP ada antara mereka) seolah-olah mereka mendekat pada satu LAN. 

Routing 

RIB (Routing Information Base) berisi informasi routing yang lengkap, termasuk rute statis dan kebijakan aturan routing dikonfigurasi oleh pengguna, informasi routing belajar dari protokol routing, informasi tentang jaringan yang terhubung. RIB digunakan untuk menyaring informasi  routing, menghitung rute terbaik untuk setiap awalan tujuan, membangun dan memperbarui Forward Information Base dan untuk mendistribusikan rute antara protokol routing yang berbeda. Router dengan dst -address 0.0.0.0/0 berlaku untuk setiap alamat tujuan. Rute tersebut disebut rute defalt. jika tabel routing berisi rute default aktif, maka tabel routing lookup alam tabel ini tidak akan pernah gagal. 

Tunnel, VPN dan Proxy

PPTP

PPTP terowongan yang aman untuk mengangkat lalu lintas IP menggunakan PPP. PPTP merangkum PPP dalam garis virtual yang berjalan diatas IP. PPTP menggabungkan PPP dan MPPE (Microsoft Point to Point Encryption) untuk membuat link terenskripsi. Tujuan protokol ini adalah untuk membuat koneksi yang aman dikelola dengan baik antara router serta antara roter dan klien PPTP (Klien tersedia untuk dan / atau termasuk dalam hampir semua OS termasuk Windows).

L2TP 

L2TP adalah protokol trowongan aman untuk mengangkat lalu lintas IP menggunakan PPP. L2TP merangkum PPP dalam garis virtual yang berjalan di atas IP, Frame Realy dan protokol lainnya (yang saat ini tidak didukung oleh MikroTik RouterOS). Tujuan protokol ini adalah untuk memungkinkan Layer 2 dan PPP endpoint untuk berada di perangkat yang berbeda dihubungkan oleh jaringan packet-switched dengan L2TP. Hal ini juga memungkinkan berguna untuk menggunakan L2TP seperti protokol tunneling lainnya dengan atau tanpa enkripsi. 

Web Proxy

MikroTik RouterOS melakukan proxy HTTP dan HTTP -proxy (untuk FTP, HTTP dan HTTPS protokol). Proxy server melakukan fungsi Internet Cache objek dengan menyimpan objek Internet yang diminta, yaitu data tersedia melalui HTTP dan FTP protokol pada sistem diposisikan dekat dengan penerima dalam bentuk mempercepat browsing pelanggan dengan memberikan mereka meminta salinan file dari proxy cache pada jaringan lokal kecepatan.

Hotspot, DHCP, Queue

Hotspot 

Hotspot adalah cara untuk mengotorisasi pengguna untuk mengakses beberapa sumber daya jaringan, tetapi tidak menyediakan enskripsi lalu lintas. Untuk login, dapat menggunakan browser web (HTTP atau protokol HTTPS) dengan demikian mereka tidak diharuskan untuk menginstal software tambahan. Sistem Hotspot ditargetkan untuk menyediakan otentikasi dalam jaringan lokal tetapi mungkin juga digunakan untuk mengotorisasi akses dari jaringan luar untuk mengakses sumber daya lokal.

DHCP

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) diperlukan untuk distribusi mudah alamat IP dalam jaringan.

Queue

Merupakan sebuah antrian yang digunakan untuk membatasi dan memprioritaskan lalu lintas :

  1. Data rate limit untuk alamat IP tertentu.
  2. Membatasi lalu lintas peer-to-peer
  3. Memprioritaskan beberapa paket aliran atas orang lain.
  4. Mengkonfigurasi semburan lalu lintas untuk browsing web lebih cepat.
  5. Menerapkan batasan yang berbeda berdasarkan waktu.
  6. Saham yang tersedia lalu lintas antara pengguna yang sama.

Ada dua cara berbeda untuk mengkonfigurasi antrian di RouterOS :

/queue menu sederhana - dirancang untuk memudahkan konfigurasi sederhana, tugas sehari-hari antrian (seperti klien tunggal upload / download pembatasan, pembatasan lalu lintas P2P, dll).
/antrian pohon menu - untuk melaksanakan tugas antrian canggih (kebijakan prioritas global, kelompok pengguna keterbatasan). Membutuhkan arus paket ditandai dari / ip firewall mangle fasilitas.

Jumat, 15 Januari 2021

Tunggal Hermawan UMSIDA

 Sistem Operasi


Pengenalan Sistem Komputer dan Sistem Operasi Linux

SISTEM KOMPUTER

Komputer merupakan alat elektronik yang pada awalnya dirancang untuk aktivitas

komputasi. Namun pada saat ini penggunaan komputer telah berkembang

mengikuti perkembangan zaman di tambah juga mencakup pada manipulasi,

simulasi, animasi, dan komunikasi-informasi.

Sebagaimana layaknya sebuah perangkat elektronik, komputer merupakan sistem

Input Proccess and Output, sehingga memerlukan masukan untuk diolah yaitu

berupa data dan akan menghasilkansuatu keluaran yaitu informasi.

Secara teknis, kriteria yang dijadikan dasar untuk mengklasifikasikan, antara lain :

  • Arsitektur
  • Kecepatan pemrosesan
  • Besarnya memori
  • Kemampuan penyimpanan
  • Jumlah pengguna
  • Biaya dan ukuran


SISTEM OPERASI

Sistem operasi adalah program yang bertindak sebagai perantara antara user dengan

perangkat keras komputer. Sistem opersi digunakan untuk mengeksekusi program

user dan memudahkan menyelesaikan permasalahan user. Selain itu dengan adanya

sistem operasi komputer nyaman digunakan. Sistem operasi mempunyai tujuan

untuk menggunakan perangkat keras komputer secara efisisen.


Struktur Sistem Operasi Linux

Struktur Linux

Linux tidak jauh dengan Unix yang merupakan suatu sistem operasi yang

terstruktur, menyangkut sistem pada perangkat lunaknya maupun pada

perangkat keras seperti (terminal, Unit system, consol serta jalur komunikasi).

Adapun struktur Linux yang menyangkut perangkat lunak antara lain :

- Shell

- Utilitas

- Kernel

- Aplikasi

Struktur Shell merupakan interpreter pada system linux. Shell berfungsi

sebagai interface (antar muka) antara user dengan sistem linux. Adapun macammacam shell yang terdapat pada sistem linux antara lain :

*korn shell (/bin/ksh)

*Boume Again Shell ( /bin/bash)

*C Shell ( /bin/csh)

Struktur Utilitis adalah salah satu program yang sengaja disediakan linux untuk

melakukan tugas-tugas tertentu.

Struktur Kernel, merupakan bagian paling penting dari sistem linux, memiliki

fungsi : untuk menampilkan berbagai bentuk fungsi bertingkat rendah dan

pengendalian langsung perangkat keras.

Struktur Aplikasi adalah salah satu program yang dibuat oleh pemakai untuk

memenuhi kenutuhan sendiri.


Manajemen I/O & Manajemen Memori

Manajemen I/O

INPUT=> PROSES=> OUTPUT

Instruksi (command) yang diberikan pada Linux melalui Shell disebut sebagai

eksekusi program yang selanjutnya disebut proses. Setiap kali instruksi diberikan,

maka Linux kernel akan menciptakan sebuah proses dengan memberikan nomor

PID (Process Identity). Proses dalam Linux selalu membutuhkan Input dan

menghasilkan suatu Output. Dalam konteks Linux input/output adalah :

  • Keyboard (input)
  • Layar (output)
  • Files
  • Struktur data kernel
  • Peralatan I/O lainnya (misalnya Network)


Manajemen Memori

Linux mengimplementasikan sistem virtual memory demand-paged. Proses

mempunyai besar memory virtual yang besar (4 gigabyte). Pada virtual memory 

dilakukan transfer page antara disk dan memory fisik. Jika tidak terdapat cukup

memory fisik, kernel melakukan swapping beberapa page lama ke disk. Disk drive

adalah perangkat mekanik yang membaca dan menulis ke disk yang lebih lambat

dibandingkan mengakses memory fisik. Jika memory total page lebih dari memory

fisik yang tersedia, kernel lebih banyak melakukan swapping dibandingkan

eksekusi kode program, sehingga terjadi thrashing dan mengurangi utilitas. Jika

memory fisik ekstra tidak digunakan, kernel meetakkan kode program sebagai disk

buffer cache. Disk buffer menyimpan data disk yang diakses di memory, jika data

yang sama dibutuhkan lagi dengan cepat diambil dari cache.


Manajemen File dan Disk

Manajemen File

File merupakan kumpulan data atau informasi yang saling berhubungan.

Sistem operasi Linux mempunyai manajemen file berbentuk seperti piramida.

Membentuk tingkatan struktur file seperti pohon silsilah keluarga. Struktur ini

memudahkan pengguna linux untuk mengelola berbagai file.


Manajemen Disk

Manajemen disk merupakan adalah sarana penyimpanan yang berfungsi

untuk menyimpan data, file dan informasi secara permanen dalam suatu system

computer. Media disk berada satu tingkat dibawah memori utama dalam hirarki

memori. Media disk berbeda sekali dengan memori utama computer karena

tidak mempunyai hubungan langsung dengan prosesor computer. Linux

mensupport berbagai file system diantaranya adalah:

1. Ext2

2. Ext3

3. Ext4


Sistem Operasi Tersebar

DEFINISI SISTEM OPERASI TERSEBAR

Sistem operasi tersebar adalah sebuah sistem yang komponennya berada pada

jaringan komputer. Komponen tersebut saling berinteraksi dan melakukan

komunikasi/koordinasi hanya dengan pengiriman pesan. Sistem operasi

terdistribusi adalah salah satu implementasi sistem operasi tersebar, dimana

sekumpulan komputer dan prosesor yang terhubung dalam satu jaringan. Koleksikoleksi dari objek-objek ini secara tertutup bekerja secara bersama-sama untuk

melakukan suatu tugas atau pekerjaan tertentu. Tujuan utamanya adalah untuk

memberikan hasil secara lebih.



umsida.ac.id | fst.umsida.ac.id

Tunggal Hermawan UMSIDA

 Pemrograman Berbasis Web


HTML (Hypertext Markup Language)

HTML adalah (Hipertext Markup Language) sebuah bahasa standar yang digunakan oleh browser untuk membuat halaman dan dokumen pada sebuah Web yang kemudian dapat diakses dan dibaca layaknya sebuah artikel. HTML juga dapat digunakan sebagai link-link antara file-file dalam situs atau dalam komputer dengan menggunakan localhost, atau link yang menghubungkan antar situs dalam dunia internet.


CSS (Cascading Style Sheet )

Cascading Style Sheet (CSS) merupakan aturan untuk mengendalikan beberapa komponen dalam sebuah web sehingga akan lebih terstruktur dan seragam. CSS bukan merupakan bahasa pemograman.

Sama halnya styles dalam aplikasi pengolahan kata seperti Microsoft Word yang dapat mengatur beberapa style, misalnya heading, subbab, bodytext, footer, images, dan style lainnya untuk dapat digunakan bersama-sama dalam beberapa berkas (file).

Pada umumnya CSS dipakai untuk memformat tampilan halaman web yang dibuat dengan bahasa HTML dan XHTML. CSS dapat mengendalikan ukuran gambar, warna bagian tubuh pada teks, warna tabel, ukuran border, warna border, warna hyperlink, warna mouse over, spasi antar paragraf, spasi antar teks, margin kiri, kanan, atas, bawah, dan parameter lainnya. CSS adalah bahasa style sheet yang digunakan untuk mengatur tampilan dokumen. Dengan adanya CSS memungkinkan kita untuk menampilkan halaman yang sama dengan format yang berbeda.

Sejarah CSS

Nama CSS didapat dari fakta bahwa setiap deklarasi style yang berbeda dapat diletakkan secara berurutan, yang kemudian membentuk hubungan ayah-anak (parent- child) pada setiap style. CSS sendiri merupakan sebuah teknologi internet yang direkomendasikan oleh World Wide Web Consortium atau W3C pada tahun 1996. Setelah CSS distandarisasikan, Internet Explorer dan Netscape melepas browser terbaru mereka yang telah sesuai atau paling tidak hampir mendekati dengan standar CSS.

Versi

Untuk saat ini terdapat tiga versi CSS, yaitu CSS1, CSS2, dan CSS3. CSS1 dikembangkan berpusat pada pemformatan dokumen HTML, CSS2 dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan terhadap format dokumen agar bisa ditampilkan di printer, sedangkan CSS3 adalah versi terbaru dari CSS yang mampu melakukan banyak hal dalam desain website. CSS3 mendukung penentuan posisi konten, downloadable, huruf font, tampilan pada tabel /table layout dan media tipe untuk printer. Kehadiran versi CSS yang ketiga diharapkan lebih baik dari versi pertama dan kedua.


JAVASCRIPT

Javascript adalah bahasa scrip yang ditempel pada kode HTML dan diproses disisi klient. Dengan adanya bahasa ini, kemampuan HTML menjadi semakin luas. Contoh : untuk menvalidasi masukan pada formulir sebelum formulir dikirim ke server.

Javascript bukan bahasa java dan merupakan dua bahasa yang berbeda. Javascript diimplementasikan oleh klient, sedang java dikompikasi oleh program dan hasil kompilasinya dijalankan oleh clien.

Struktur Javascript

<script language=”javascript”>

<!--

Penulisan javascript kode

//-->

</script>

Keterangan :

Kode <!--//--> umumnya disertakan dengan tujuan agar sekiranya browser tidak mengenali javascript maka browser akan memperlakukannya sebagai komentar sehingga tidak di tampilkan dijendela browser.

Javascript sebagai bahasa berorientasikan objek properti

adalah atribut dari sebuah objek. Contoh: objek mobil mempunyai properti warna mobil. Penulisan:

nama_objek.nama_properti=nilai window.defaultstatus=”selamat belajar javascript”

metode

adalah sekumpulan kode yang digunakn untuk melakukan sesuatu tindakan terhadap objek. Penulisannya:

nama_objek.nama_method(parameter)

document.write(“hallo”)


 PHP

PHP (Preprocesor Hypertext) adalah bahasa scripting yang menyatu dengan HTML dan dijalankan pada server side. Artinya semua sintaks yang diberikan akan sepenuhnya dijalakan pada server sedangkan yang dikirimkan ke browser hanya hasilnya saja berupa HTML. Untuk membedakan perintah HTML dan PHP digunakan tanda <?...?> atau <?php...?>

PHP dapat diaplikasikan dengan berbagai macam database seperti MySQL, PostgreSQL,Oracle, dan lainnya.

Beberapa script dasar PHP

§  Menampilkan text

Echo “..text...<br>”

<br>:ganti baris

§  Variabel

Untuk membuat variabel diberi tanda dollar ($). Variabel berfungsi untuk menyimpan suatu nilai dan dapat berubah-ubah. Penulisann variabel yang benar adalah :

-          Karakter pertama tidak boleh berupa angka (harus berupa huruf atau garis bawah)

-          Tidak mengandung spasi

-          Pemakaian huruf kapital dan huruf kecil dibedakan

Contoh penulisan variabel :

           $data, $data1,$data_ku

PHP dapat anda Download secara free atau cuma-Cuma. Kunjungi saja situs www.php.net, dan download versi terbarunya.

Tag dalam PHP

Banyak cara untuk menyisipkan php dalam script html, ada berbagai macam bentuk tag yang dapat digunakan, antara lain :

a.       Cara 1

<?php                Menandai awal tag

..........

?>                      Menandai akhir tag

b.      Cara 2

<?                      Menamdai awal tag

.........

?>                      Menamdai akhir tag

c.       Cara 3

<%                    Menandai awal tag

.........

%>                    menandai akhir tag

Cara ini sama dengan tag pada ASP. Opsi ini bisa dilakukan jika nilai asp_tags pada php ini bernilai on.

d.      Cara 4

<script language=”php”>         Menandai tag awal

.........

</script>                                   Menandai akhir tag

Ada kalanya sebagai pemrogram, karena banyaknya kode program atau variabel dalam program, perlu menandai atau memberi komentar pada program. Komentar pada program merupakan tulisan pada proram yang tidak dieksekusi. Pada PHP, ada 3 macam cara penulisan :

a)      /*komentar*/

Tulisan apapun yang berada diantara ‘/*’ dan ‘*/’ akan dianggap sebagai komentar. Cara seperti ini sangat berguna dan efisien untuk pemberian komentar yang memakan banyak baris.

b)      //komentar

Tulisan di baris yang setelah ‘//’ akan dianggap sebagai komentar. Cara ini berguna untuk pemberian komentar singkat yang tak lebih dari 1 baris saja.

c)      #komentar

Sama seperti ‘//’, tulisan di baris yang sama setelah ‘#’ akan dianggap sebagai komentar. Cara ini berguna untuk pemberian komentar singkat yang tak lebih dari 1 baris saja.


umsida.ac.id | fst.umsida.ac.id

Kamis, 18 Juni 2020

Basis Data


BASIS DATA

POKOK BAHASAN 1


   BASIS DATA, MODEL DATA, DIAGRAM E-R

1.      Konsep Sistem Basis Data
Basis data adalah kumpulan data yang disimpan secara sistematis di dalam komputer dan dapat atau dimanipulasi serta dapat diakses dengan mudah dan tepat menggunakan perangkat lunak (program aplikasi) untuk menghasilkan sebuah informasi.
System basis data merupakan ruang lingkup yang lebih luas dari basis data. System basis data memuat sekumpulan basis data dalam suatu system yang mungkin tidak ada hubungan antara satu engan yang alain secara keseluruhan mempunyai hubungan sebagai sebuah system yang didukung oleh komponen lainnya.
Komponen Sistem Basis Data: Perangkat Keras (Hardware), Sistem Operasi (Operating System), Basis Data (Database), DBMS (Database Management System), Pemakai (User).
DBMS (Database Management System) merupakan basis data dan set perangkat lunak (software) untuk pengelolaan basis data.

2.      Konsep Model Data
Model data merupakan suatu cara untuk menjelaskan tentang data-data yang tersimpan dalam basis data dan bagaimana hubungan antar datav tersebut untuk para pengguna (user) secara logika. Secara garis besar model data dapat dikelompokkan menjadi 3 macam yaitu :
1.      Model Data Berbasis Objek (Object based data model).
Meruapakan hipunan data dan relasi yang menjelaskan hubungan logic antar data dalam suatu basis data berdasarkan pada obyek datanya. Salah satunya adalah Entity elationship Model.
Model Entity Relationship Diagram (ERD) atau Conceptual data model (CDM) Merupakan suatu model untuk menjelaskan hubungan antar data dalam basis data erdasarkan suatau presepsi bahwa dunia nyata terdiri dari obyek-obyek dasar (entitas) yag mempunyai hubungan atau relasi antar obyek-obyek dasar (entitas) tersebut yang dilukiskan dengan menggunakan symbol-simbol grafik tertentu.
2.      Model Data Berbasis Record (Record Based Data Model)
Model ini berdasarkan pada record/rekaman untuk menjelaskan kepada para pemakai tentang logika antar data dalam basis data. Salah satunya adalah Relation model.
Model Rasional merupakan model data yang menjelaskan pada pengguna tentang hubungan logic antar data dalam basis data dengan mempresentasikannya ke dalam bentuk tabel-tabel yag terdiri atas sejumlah basis yang menunjukkkan record dan kolom yang menunjukkan atribut tertentu.
3.      Physical Based Dta Model
Model ini berdasarkan pada teknis penyimpanan record dalam bais data. Mode ini jarang digunakan untuk memodelkan data kepada pemakai karena kerumitan dan kompleksitasnya yang tinggi.
3.      Bahasa Basis Data
Bahasa yag digunakan untuk mendefinisikan, mengelolah dan memanipulasi basis data dikelompokkan 3 macam yaitu :
1.      DDL (Data Definition Language)  digunakan untuk mendefiisikan struktur dan kerangka dari basis data yang meliputi :
a.       Membentuk basis data, tabel, indeks.
b.      Mengubah struktur table.
c.       Mengahapus basis data, tabel atau indeks.
2.      DML (Dta Manipulation Language)  digunakan untuk menjabarkan pemrosesan data data yang meliputi :
a.       Menambahkan atau meyisipkan data baru ke basis data
b.      Mengelolah data yang tersimpan dalam bais data (query)
c.       Mengubah dan meghapus data dalam basis data.
3.      DCL (Data Control Language)  digunakan untuk prngaturan hak akses prngguna pada basis data yang meliputi :
a.       Menugaskan model data yang dikembangkan berdasarkan obyek atau entitas. ER_D berguna membantu perancangan atau analis system pada saat melakukan analisis dan perancangan basis data karena model ini dapat menunjukkan macam data yang dibutuhkan dan direalisasikan antar data di dalamnya.
1.      Komponen ER_Diagram
Sebuah diagram ER tersusun ats tiga komponen, yaiti entitas yang merupakan obyek dasar yang terlibat dalam system, atribut yang berperan sebagai penjelas entitas, kerelasian antar entitas menunjukkan yang terjadi diantara dua entitas.
a.       Entitas (Entity)
Entitas menunjukkan obyek-obyek dasar yang terkait di dalam system. Obyek dasar dapat berupa orang, benda atau halyang keterangannya perlu disimpan di dalam basis data. Macam-macam Entitas :
·         Entitas Reguler
Entitas ini disebut dengan juga entitas dominan (strong entity). Keberadaan entitas ini tidak tergantung pada entitas yang lain.
Contoh : Matakuliah_konsentrasi, bergantung pada entitas Matakuliah.
·         Entitas dependen
Entitas ini disebut juga entitas tidak bebas/independen atau entitas lemah (weal entitas) atau entitas subordinat. Entitas ini dapat muncul jika ada entitas lain sebagai acuannya (entitas regular).
·         Entitas suoer type atau sub type
Entitas super type merupakan entitas yanga lebih rendah yiatu entitas yag menjadi entitas bagian darai entita lain.
Contoh : Entitas karyawan_tetap dan karyawan_tidak_tetap
b.      Atribut (Attribute)
Merupakan keterangan-keterangan yang terkait pada sebuah entitas yang perlu disimpan ke dalam dataase. Attribute berfungsi sebagai penelas pada sebuah entitas. Contoh : mahaiswa mempunyai atribut nim, nama, jurusan, kelamin, tempat_lahir, tanggal_lagir, dsb.
Atribut pada sebuah entitas dibagi menjadi 2 yaitu :
·         Atribut sederhana (simple attribute), yaitu jika atribut berisi sebuah komponen/nilai/elementer.
Contoh : pada entitas mahsiswa adalah tahun mausk = 2013
·         Atribut komposit (composite attribute), yaitu jika atribut berisi lebih dari sebuah komponen nilai.
Contoh : pada entitas mahasiswa adalah tanggal lahir yang terdiri atas komponen nilai tanggal, bulan, tahun.
c.       Kerelasian antar entiatas (Entity Relationship)
Mendefinisikan hubungan antara 2buah entitas. Jenis kerelasian antar entitas dibagi menjadi 3 sebagai berikut :
1.       Kerelasian jenis suatu ke satu (one to one), kerelasian terjais jika kejadian atau transaksi di antara dua entitas yangberhubunhan hanya memungkinkan terjaid sebuah kejadian atau transaksi pada kedua entitas.
2.      Kerelasian banyak ke satu (many to one) atau satu ke banyak (one to many), kerelasian ini terjadi jika kejadian atau transaksi di antara dua entitas yang berhubungan hanya memungkinkan terjadi satu kali dalm entitas pertama dan dapat terjadi lebih dari satu kali kejadian atau transaksi pada entitas kedua.
·         Satu ke banyak (one to many)
Dimana satu tupel pada entitas A dapat berhubungan dengan banyak tupel pada entitas B, tetapi tidak sebaliknya, dimana setiap tupel pada enttal B berhubungan dengan paling banyak satu tupel pada entitas A.

·         Banyak ke satu (many to one)
Dimana setiap tupel pada entitas A dapat berhubungan dengan paling banyak satu tupel pada entitas B, tetapi tidak sebaliknya, dimana setiap tupel entitas A berhubungan dengan paling banyak satu tupel pada entitas B.

3.      Kerelasian jenis banyak ke banyak (many to many)
Kerelasian jenis ini terjadi jika kejadian atau transaksi di antara dua entitas ynag berhubungan memungkinkan terjadi lebih dari satu kali dalam entitas pertama dan kedua.

2.      Langkah-langkah Membuat diagram ER_Diagram
Untuk membuat ER_Diagram secara lengkap apat dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut :
·            Identifikasikan setiap entitas yag terlibat.
·            Lengkapi masing-masig entitas dengan atribut yag sesuai.
·            Tentukan primary key dari masing-masing entitas.
·           Identifikasikan setiap kerelasian berikut jenisnya ynag terjadi di antara entitas dengan membuat tabel daftar kerelasian antar entitas.
·           Gambarkan simbil-simbol entitas, atribut, dan kerelasian antar entitas secara jelas dan tidak bertabrakan/ Cek ER_Diagram yang terbentuk, dalam hal : kelengkapan entitas, kelengkapan atribut, kelngkapan kerelasian antar entitas dan jenis kerelasian antar entitas.



POKOK BAHASAN 2

STRUCTURED QUERY LANGUAGE (SQL)

  1. SQL (Structured Query Language)
SQL merupakan suau Bahasa (language) standar menurut ANSI (American National Standard Institute) yang digunkan untuk mengakses basis data. SQL pertama kali diterapkan pada system R (sebuah proyek riset pada laboratorium riset San Jose, IBM). Kini SQL juga dijumpai pada berbagai platform, dari mikrokomputer hingga mainframe SQL dapat digunakan baik secara berdiri maupun dilekatkan pada bahsa-bahasa lain seperti C dan Delphi. SQL juga telah menjadi bagian dari sejumlah DBMS, seperti Oracle, Sybase, MuSQL dan Informix.
  1. Elemen SQL
Elemen dasar SQL mencakup pernyataan, nama, tipe data, ekspresi, operator relasi, operator logika dan fungsi bawaan.
a.       Pernyataan
Merupakan perintah SQL yang meminta sesuatu tindakan kepada DBMS (Database Management System). SQL memiliki kirakira 30 pernyataan. Beberapa pernyatan dasar SQL dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 2.1 Pernyataan SQL
Pernyataan
Keterangan
CREATE
Menciptakan basis data, tabel atau indeks
ALTER
Mengubah struktur tabel
DROP
Menghapus basis data, taebel atau indeks
COMMIT
Mengakhiri sebuah eksekusi transaksi data
ROLLBACK
Mengembalikan ke keadaan semula sekiranya suatu intraksi gagal dilaksanakan.
INSERT
Menambahkan sebuah baris tabel
UPDATE
Mengubah nilai pada sebuah baris
SELECT
 Memilih baris dan kolom pada tabel
DELETE
Menghapus baris pada tabel
GRANT
Menugaskan hak terhadap basis data kepada pengguna atau grup pengguna
REVOKE
Membatalkan hak terhadap basis data
Yang semuanya dikelompokkan berdasarkan fungsinya masing-masing yaitu :
a.       Data Definition Language (DDL) : Digunakan untuk mendefinisikan data dengan menggunakan perintah : CREATE, DROP, ALTER.
b.      Data Manipulation Language (DML) : Digunakan untuk memanipulasi data dengan mengguakan perintah : INSERT, SELECT, UPDATE, DELETE.
c.       Data Control Language (DCL) : Digunakan untuk mengontrol hak para pemakai data dengan perintah : GRANT, REVOKE.

b.      Nama
Nama digunakan sebagai identitas bagi objek-objek pada DBMS (Database Management System). Contoh objek pada DBMS adalah tabel, kolom dan pengguna.
c.       Tipe Data
Setiap data memiliki tipe data. Berikut ini adalah tipe data dalam MySQL :
Tabel 2.2 Tipe Data untuk numerik
Tipe
Keterangan
Range Nilai
TINYINT
Nilai integer yang sangat kecil
Signed : -128 s.d. 127
Unsigned : 0 s.d. 255
SMALLINT
Nilai integer yang kecil
Signed : -32768 s.d. 32767
Unsigned : 0 s.d. 65535
MEDIUMINT
Integer dengan nilai medium
Signed : -8388608 s.d. 8388607
Unsigned : 0 s.d. 16777215
INT
Integer dengan nilai standar
Signed : -2147483648 s.d. 2147483647
Unsigned : 0 s.d. 4294967295
BEGINT
Integer dengan nilai besar
Signed : -9223372036854775808 s.d. 9223372036854775807
Unsigned : 0 s.d. 18446744073709551615
FLOAT
Bilangan desimal dengan single-precission
Minimum ± 1.175494351e-38
Maksimum ± 3.402823466e+38
DOUBLE
Bilangan decimal dengan double-precission
Minimum ± 2.2205738585072014e-308
Maksimum ± 1.7976931348623457e+308
DECIMAL(M,D)
Bilangan float (decimal) yang dinyatakan sebagai string. M adalah jumlah digit yang disimpan dalam suatu kolom N adalah jumlah digit dibelakan koma
Tergantung pada nilai M dan D
Keterangan :
Signed dan Unsigned adalah atribut untuk tipe data numerik
-          Signed : Data yang disimpan dalam suatu kolom dapat berupa data negative dan positif.
-          Unsigned : Digunakan agar data yang dimasukkan bukan data negative (>=0). Tipe data float tidak dapat dinyatakan dengan unsigned.
Tabel 2.3 Tipe data string atau karakter
Tipe
Keterangan
Ukuran Maksimum
CHAR(n)
String karakter dengan panjang yang tetap, yaitu n
1 M byte
VARCHAR(n)
String karakter dengan panjang yang tidak tetap, maksimum n.
1 M byte
TINYBLOB
BLOB (Binary Large Object) yang sangat kecil
2^8-1 byte
BLOB
BLOB berukuran kecil
2^16-1 byte
MEDIUMBLOB
BLOB berukuran sedang
2^24-1 byte
LONGBLOB
BLOB berukuran besar
2³²-1 bayte
TINYTEXT
String text yang sangat kecil
2^8-1 byte
TEXT
String text berukuran kecil
2^16-1 byte
MEDIUMTEXT
String text berukuran medium (sedang)
2^24-1 byte
LONGTEXT
String text berukuran besar
2³²-1 byte
ENUM
Enumerasi, kolom dapat diisi dengan atu ember enumerasi
65535 anggota
SET
Himpunan, kolom dapat diisi dengan beberapa nilai anggota himpunan.
64 anggota himpunan

Tabel 2.4 Tipe data tanggal dan jam
Tipe
Range
Format
DATE
 “1000-01-01” s.d. “9999-12-31”
“0000-00-00”
TIME
“-832:59:59” s.d. “838:59:59”
“00:00:00”
DATETIME
“1000-01-01 00:00:00” s.d. “9999-12-31 23:59:59”
“0000-00-00 00:00:00”
d.      Konstanta
Konstanta menyatakan nilai yang tetap atau tidak berubah. Konstanta sering di pakai pada perintah SELECT. Konstanta di bagi menjadi 2 :
1.      Konstanta bertipe numerik : 200, -3, 1500, 3.25
2.      Konstanta bertipe karakter : “Teknik Informatika”
Keterangan :
Konstanta bertipe karakter atau String diapit oleh tanda petik tunggal. Dan konstanta dengan nilai pecahan decimal adalah berupa tanda titik.
e.       Operator Aritmatika
Operator Aritmatika adalah ekspresi untuk memperoleh suatu nilai dari hasil perhitungan.
Contoh : harga*jumlah+2
Simbol-simbol yang dapat digunakan pada ekspresi aritmatika :
 Tabel 2.5 Simbol Ekspresi Aritmatika
Symbol
Keterangan
*
Perkalian
/
Pembagian
+
Penjumlahan
-
Pengurangan
%
Sisa pembagian
f.        Operator Relasi
Merupakan operator yang digunakan untuk membandingkan suatu nilai dengan nilai yang lain. Biasanya operator relasi digunakan bersamaan dengan operator logika dalam membantu untuk menampilkan informasi dengan kriteria tertentu.
Simbol-simbol yang dapat digunakan papa operator rrelasi :
 Tabel 2.6 Simbol Operator Relasi
Simbol
Keterangan
=
Sama dengan
> 
Lebih besar
< 
Lebih kecil
>=
Lebih besar atau sama dengan
<=
Lebih kecil atau sama dengan
<> 
Tidak sama dengan
g.      Operator Logika
Oprator logika ada 3 yaitu OR, AND, dan NOT
 Tabel 2.7 Operator Logika
Simbol
Keterangan
NOT atau !
Sebagai negasi atau pembalik nilai
OR atau ||
Atau
AND atau &&
Dan
h.      Operator pembanding
Tabel 2.8 Operator Pembanding
Simbol
Keterangan
IS NOT NULL
Apakah sebuah nilai adalah tidak kosong (not null)
IS NULL
Apakah sebuah nilai adalah kosong (null)
BETWEEN
Apakah suatu nilai di antara dua batasan nilai
IN
Apakah suatu nilai di dalam pilihan yang ada
NOT IN
Apakah suatu nilai tidak berada dalam pilihan yang ada
LIKE
Apakah suatu nilai sesuai dengan kriteria tertentu
NOT LIKE
Apakah suatu nilai tidak sesuai dengan kriteria tertentu
i.        Aggregate Functions (Fungsi Agregat)
Fungsi adalah sebuah program yang menghasilkan suatu nilai jika dipanggil. Fungsi agregat adalah fungsi standar di dalam SQL, suatu fungsi yang digunakan untuk melakukan summary, fungsi statistic standar yang dikenakan pada suatu tabel atau query.
1.      SUM(ekspresi)
2.      Fungsi ini digunkan untuk mendapatkan nilai total dari suatu kolom pada suatu tabel.
3.      AVG(ekspresi).
Fungsi ini digunakan untuk mencari rata-rata nilaialam suatu kolom dari suatu tabel atau ekspresi. Ekspresi dalam fungsi AVG umunya adalah nama kolom. Kolom yang dicari nilai rata-ratanya adalah kolom dengan tipe data numerik.
4.      COUNT(x)
Fungsi ini digunakan untuk menghitung jumlah record (baris) dari suatu kolom dari suatu tabel. X adalah nama kolom yang ingin dicari jumlah barisnya.
5.      MAX (ekspresi)
Fungsi ini digunakan untuk menerima nilai terbesar dari suatu kolom dari suatu tabel. Kolom yang dicari nilai terbesarnya memiliki tie data numeruk.
6.      MIN (ekspresi)
Fungsi ini digunakan untuk mencari nilai terkecil dari suatu kolom dari suatu tabel. Kolom yang dicari nilai terkecilnya memiliki tipe data numerik.




POKOK BAHASAN 3

DATA DEFINITION LANGUAGE (DDL)


A.    Data Definition Language (DDL)
DDl merupakan bagian dari sql yang digunakan untuk mendefinisikan struktur dari kerangka data dan obyek basis data. Basis juga dikatakan merupakan kelompuk perintah yang berfungsi untuk mendefinisikan atribut-atribut basis data, tabel, batasan-batasan terhadap suatu atribut, serta hubungan antar tabel.
             Tabel 3.1 Perintah-perintah dalam DDL
Perintah
Keterangan
Create Database
Membuat basis data
Drop Database
Menghapus basis data
Create Table
Membuat table
Alter Table
Mengubah atau menyisipkan kolom ke dalam tabel
Drop Table
Menghapus tabel dari basis data
Create Index
Mebuat Index
Drop Index
Menghapus Index

B.     Perintah–perintah DDL
Berikut ini perintah-perintah sql untuk Data Definition Language :
a.      Membuat Database
Syntax :
CREATE DATABASE namadatabase;
Dimana :
Nama database yang dibuat tidak boleh mengandung apasi dan tidak boleh memiliki nama yang sama dengan database lain di MySQL. Berikut ini perintah untuk membuat basis data dengan nama perpustakaan :
prakDB/alfan_indra_kusuma(273)create database perpustakaan;

b.      Menampilkan daftar Database
Untuk menampilkan daftar basis data yang ada di MySQL dapat menggunakan perintah :
SHOW DATABASE;
Berikut ini perintah untuk menampilkan daftar basis data :
prakDB/alfan_indra_kusuma(273)show databases;


c.       Menghapus Database
Untuk melakukan pengahpusan terhadap basis data yang sudah dibuat.
Syntax :
                        DROP DATABASE namadatabase;
Dimana :
Database yang akan dihapus harus sesuai dengan nama database. Berikut ini perintah untuk menghapus database dengan nama perpustakaan :
prakDB/alfan_indra_kusuma(273)drop database perpustakaan;


d.      Mengaktifkan Database
Sebelum membuat suatu tabel, terlebih dahulu harus megaktifkan database yang akan digunakan untuk menyimpan tabel-tabel tersebut dengan perintah :
USE namadatabase;
Karena database yang sudah dibuat telah dihapus maka buat jembali database perpustakaanKemudian aktifkan database tersebut dengan perintah :

prakDB/alfan_indra_kusuma(273)use perpustakaan;


e.       Membuat Tabel
Dalam basis data tabel atau field berfungsi untuk menyimpan record atau data. Untuk membuat tabel Syntaxnya adalah :
CREATE TABLE namatabel
(
Field TipeData1 ([lebar]),
Field TipeData2 ([lebar]),
Field TipeData3 ([lebar])
);
Keterangan :
Nama tabel tidak boleh mengandung spasi (space) tetapi jika menginginkan ada spasi harus menggunakan tanda penghubung (nama_tabel). Field merupakan atribut pertama data TipeData1 merupakan tipe data untuk atribut pertama. Jika igin membuat tabel dengan atribut lebih darisatu, maka setelah pendefisinian tipe data sebelumnya diberikan tanda koma (,).
Berikut ini perintah untuk membuat tabel dengan nama pengarang :
mysql> create table pengarang (
                        kode_pengarang varchar(5),
                                                      nama_pengarang varchar(5));
prakDB/alfan_indra_kusuma(273)create table pengarang (
       kode_pengarang varchar(5),
       nama_pengarang varchar(35));

       Syntax tambahan :
Maka  tabel pengarang telah terbentuk, untuk melihat hasilnya dapat digunakan perintah :

prakDB/alfan_indra_kusuma(273)SHOW TABLES;

Untuk melihat struktur yang telah dibuat (dalam tabel hal ini buku) syntaxnya adalah :
DESC namatabel;
Contoh :
prakDB/alfan_indra_kusuma(273)desc pengarang;

f.        Mendefinisikan null / not null
Ketika membuat tabel, beberapa field harus diatur agar field terentu harus diisi. Biasanya field ini adalah sebagai field utama atau kunci, juga sebagai identifikasi sehingga tidak boleh kosong.
Syntax :
CREATE TABLE namatabel;
(
Field1 TipeData1 ([lebar]) NOT NULL,
Field2 TipeData2 ([lebar]) NOT NULL,
Field3 TipeData3 ([lebar])
);
Contoh :
prakDB/alfan_indra_kusuma(273)create table pengarang (
   kode_pengarang varchar(5) not null,
   nama_pengarang varchar(35) not null);



a.    Mendefinisikan Nilai Bawaan (Default)
Nilai default adalah nilai yang otomatis diberikan oleh system untuk suatu atribut ketika ada penambahan baris baru, sementara nilai pada atribut tidak diisi oleh pengguna. Syntax :
CREATE TABLE namatabel;
(
Field1 TipeData1 ([lebar]),
Field2 TipeData2 DEFAULT nilai
);
Dimana nilai adalah nilai default dariatribut tersebut.
Contoh :
prakDB/alfan_indra_kusuma(273)create table buku (
          Kode_buku varchar(5) not null,
          Judul_buku varchar(15) not null,
          harga integer default 0,
          tahun_terbit varchar(5),
          kode_pengarang varchar(5),
          kode_penerbit varchar(5));

b.        Menentukan kunci primer ( Primary Key ) Pada Tabel
Key adalah satu gabungan dari beberapa atribut yang dapat membedakan semua basis data (row) dalam tabel secara unik. Kry di dalam database berfungsi sebagai suatu cara unuk mengidentifikasi dan menghubungkan satu tabel data dengan tabel yang lain.
Primary Key adalah suatu atribut atau satu set minimal atribut yang tidak hanya mendefinisikan secara unik suatu kejadian spesifik tetapi juga dapat mewakili setiap kejadian dari suatu kejadian.
Terdapat tiga cara untuk membuat primary key. Berikut ini adalah Syntax membuat primary key untuk Field1
Cara 1 :
CREATE TABLE namatabel
(
Field TipeData1 ([lebar]) NOT FULL PRIMARY KEY,
Field TipeData2 ([lebar])
);
Cara 2 :
CREATE TABLE namatabel
(
Field TipeData1 ([lebar]),
Field TipeData2 ([lebar]),
PRIMARY KEY(Field1)
);
Cara 3:
ALTER TABLE namatabel ADD CONSTRANT namaconstraint PRIMARY KEY (namakolom) ;
Berikut ini perintah untuk membuat tabel pengarang dengan atribut kode_pengarang tipe datanya varchar(5), nama_pengarang tipe datanya varchar(15) engan mendfinisikan nilai not null dan primary key untuk antribut kode_pengarang :
Contoh 1 :
Mysql> create table pengarang (
             Kode_pengarang varchar (5) not null primary key,
             Nama_pengarang varchar(15) not null);
Contoh 2 :
Mysql> create table pengarang (
             Kode_pengarang varchar (5) not null primary key,
             Nama_pengarang varchar(15) not null
Primary key (kode_pengarang));
Contoh 3:
Mysql> create table pengarang (
             Kode_pengarang varchar (5) not null,
                                    Nama_pengarang varchar(15) not null);

penambahan primary key :

 prakDB/alfan_indra_kusuma(273)alter table pengarang add constraint pk primary key (kode_pengarang);


c.     Menghapus Primary Key Pada Tabel
Perintah :
Cara 1 : Jika primary key dibuat dengan menggunakan alter table :
            ALTER TABLE namatabel DROP CONSTRAINT namaconstraint ;
Cara 2 : Jika primary key dibuat melalui create table :
            ALTER TABLE namatabel1 DROP PRIMARY KEY ;
Berikut ini perintah yang digunakan untuk menghapus primary key pada tabel buku :

prakDB/alfan_indra_kusuma(273)alter table pengarang drop primary key;

d.   Menentukan Foreign Key Pada Tabel
Untuk membuat foreign key, maka harus dipastikan bahwa tabel dan atribut yang dirujuk (tabel induk dari foreign key) sudah definisikan terlebih dahul. Perintah yang digunakan sebagai berikut :
CREATE TABLE namatabel
(
Field1 TipeData1 ([lebar]),
Field2 TipeData2 ([lebar]),
FOREIGN KEY (Field2) REFERENCES namatabelinduk
            (namafieldinduk) ON UPDATE CASCADE
            ON DELETE NO ACTION
)
atau
ALTER TABEL namatabel ADD CONSTRAINT namaconstraint FOREIGN KEY (namafield) REFERENCES namatabelinduk (namafieldinduk) ON UPDATE CASCADE ON DELETE NO ACTION;
Berikut ini perintah untuk membuat tabel buku beserta kolom-kolomnya :
Mysql> create tabel buku (
                        Kode_buku varcahar(5) not null primary key,
                        Judul_buku varchar(15) not null,
                        harga integer default 0,
                        tahun_terbit varchar(5),
                        kode_pengarang varchar(5),
                        kode_penerbit varchar(5),
                        Foreign key(kode_pengarang) references pengarang (kode_pengarang) on update cascade on delete no action);
Atau
Mysql> create table buku (
                        Kode_buku varchar(5) not null primary key,
                        Judul_buku varchar(15) not null,
                        harga integer default 0,
                        tahun_terbit varchar(5),
                        kode_pengarang varchar(5),
                        kode_penerbit varchar(5));
prakDB/alfan_indra_kusuma(273)alter table buku add constraint fk foreign key (kode_pengarang) references pengarang(kode_pengarang) on update cascade on delete no action;

e.    Menghapus Foreign Key
Foreign key yang sudah dibuat di hapus dengan perintah :
ALTER TABLE namatabel DROP FOREIGN KEY namaconstraint;
Berikut ini perintah untuk menghapus foreign key pada tabel buku :
prakDB/alfan_indra_kusuma(273)alter table buku drop foreign key fk;

f.      Mengubah Struktur Tabel
Tabel yang sudah dibuat dilakukan perubahan strukturnya seperti penambahan atribut (field), penghapusan atribut (field) bahkan mengganti lebar field dari tabel tersebut. Perintah yang digunakan adalah ALTER TABLE.
ü  Menambah Atribut Baru Pada Tabel
Syntax :
                    ALTER TABLE namatabel ADD fieldbaru tipe;
Dimana :
Namatabel adalah nama tabel yang akan ditambah fieldnya.
Field baru adalah nama atribut yang akan ditambahkan, tipe adalah tipe data dari atribut yang akan ditambahka. Berikut ini perintah untuk menambah atribut keterangan dengan tipe data varchar(25) ke dalam tabel buku :
prakDB/alfan_indra_kusuma(273)alter table buku add keterangan varchar(25);

ü  Mengubah Tipe Data atau Lebar Atribut Pada Tabel
Syntax :
                 ALTER TABLE namatabel MODIFY COLUMN field tipe ;
Dimana :
namatabel adalaha nama table yang akan diubah tipe data atau lebar atributnya. Field adalah atribut yang akan diubah tie data atau lebarnya. Tipe adalah tipe data baru atau tipe data lama dengan lebaratribut yang berbeda. Berikut ini perintah untuk mengubah tipe data untuk atribut keterangan dengan char(20) :
prakDB/alfan_indra_kusuma(273)alter table buku modify column keterangan char(20);


ü  Mengubah Nama Atribut (Field) pada Tabel
Syntax :
                 ALTER TABLE namatabel CHANGE COLUMN namalamafield namabarufield tipedatanya;
Dimana :
namatabel adalah nama table yang akan diubah nama atributnya, namalamafield adalah atribut yang akan diganti namanya, namabarufield adalah nama baru atribut, tipedatanya adalah tipe data dari atribut tersebut. Berikut ini perintah untuk mengubah nama atribut keterangan menjadi ket :

prakDB/alfan_indra_kusuma(273)alter table buku change column keterangan ket char(20);


ü  Menghapus Atribut (Field)  Pada Tabel
Syntax :
ALTER TABLE namatabel DROP COLUMN namakolom;
Berikut ini perintah untuk menghapus atribut ket pada table buku :
prakDB/alfan_indra_kusuma(273)alter table buku drop ket;


g.    Menghapus Tabel
Table sudah dibuat dapat di hapus dengan menggunakan perintah DROP TABLE. Syntax sebagai berikut :
DROP TABLE namatabel;
Table yang akan dihapus sesuai dengan namatabel, beriku ini untuk menghapus table dengan nama pengarang :
prakDB/alfan_indra_kusuma(273)drop table buku;





POKOK BAHASAN 4

DATA MANIPULATION LANGUAGE (DML)


A.    Data Manipulation Language (DML)
Data Manipulation Language (DDL) merupakan perintah-perintah yang berfungsi untuk melakukan manipulasi data ataupun objek-objek yang ada didalam tabel. Antara lain: perintah untuk memilih data (query), menyisipkan, mengubah dan menghapus data dalam basis data.

Bentuk manipulasi yang dapat dilakukan oleh DML diantaranya adalah :
  1. Melakukan pencarian kembali data lama,
  2. Penyisipan data baru ke dalam tabel
  3. Penghapusan data
  4. Pengubahan data
  5. Menampilkan data dengan kreiteria tertentu
  6. Menampilkan data secara terurut.

DML menurut jenisnya dapat dibagi menjadi 2 jenis yaitu :
  1. Prosedural, DML membutuhkan pemakai untuk menspesifikasikan data apa yang dibutuhkan dan bagaimana cara mendapatkannya, Contoh paket bahasa prosedural adalah dBase III, FoxBase.
  2. Non Prosedural, DML membutuhkan pemakai untuk menspesifikasikan data apa yang dibutuhkan tanpa tahu bagaimana cara mendapatkannya. Contoh paket bahasa non prosedural adalah SQL (Structured Query Language) atau Query By Example (QBE).

B.     Perintah DML
sebagai berikut :
a.      INSERT
Perintah INSERT digunakan untuk menambahkan baris pada suatu tabel.
Terdapat dua cara untuk menambah baris, yaitu :
Cara 1 :
Menambah baris dengan mengisi data langsung pada setiap kolom tanpa menyertakan struktur tabel :

INSERT INTO namatabel VALUES (nilai1,nilai2,nilai-n);

Cara 2 :
Menambah baris dengan menyertakan struktur tabel dalam mengisi data pada setiap kolom :

INSERT INTO namatabel (kolom1,kolom2,kolom-n) VALUES (nilai1,nilai2,nilai-n);

Berikut ini perintah untuk menambahkan baris pada tabel buku :
Cara 1 :
MariaDB [perpustakaan2]> insert into buku values ('B001','Sistem Basis Data','25000','2004','P001','T001');

Cara 2 :
MariaDB [perpustakaan2]> insert into buku (kode_buku,judul_buku,harga,tahun_terbit,kode_pengarang,kode_penerbit) values ('B002','Sistem Informasi','50000','2003','P001','T001');

Keterangan :
Jika data bertipe string, date atau time (contoh : B001, Sistem Basis Data, 2007-11-10) maka pemberian nilainya diapit dengan tanda petik tunggal (‘B001’) atau petik ganda (“B001”). Jika data bertipe numerik (2500, 400) maka pemberian nilainya tidak diapit tanda petik tunggal maupun ganda.


b.      UPDATE
Perintah UPDATE digunakan untuk mengubah isi data pada satu atau beberapa kolom pada suatu tabel.
Syntax :
UPDATE namatabel SET kolom1 = nilai1, kolom2 = nilai2 [WHERE kondisi];
Perintah dalam tanda [] bersifat opsional untuk mengubah suatu baris dengan suatu kondisi tertentu. Berikut ini perintah untuk mengubah baris pada tabel pengarang dengan data sebagai berikut :
MariaDB [perpustakaan2]> select * from buku;
Contoh 1 : mengubah semua nilai pada kolom judul_buku menjadi ‘Basis Data’ :

MariaDB [perpustakaan2]> update buku set judul_buku=’Basis Data’;

Contoh 2 : mengubah nilai pada kolom judul_buku menjadi Basis Data Terpadu dimana nilai pada kolom kode_buku adalah B001 :

Mysql> update buku set judul_buku=’Basis Data Terpadu’ where kode_buku=’B001’;

c.       SELECT
Perintah SELECT digunakan untuk menampilkan isi dari suatu tabel yang dapat dihubungkan dengan tabel yang lainnya.
1)      Menampilkan data untuk semua kolom menggunakan asterisk (*)
Syntax : SELECT * FROM namatabel;
Berikut ini perintah untuk menampilkan semua data pada tabel buku:
MariaDB [perpustakaan2]> select * from buku;

2)      Menampilkan data untuk kolom tertentu

Syntax : SELECT kolom1,kolom2,kolom-n FROM namatabel;

Berikut ini perintah untuk menampilkan data pada tabel buku dengan kolom yang ditampilkan adalah kolom kode_buku :

MariaDB [perpustakaan2]> select kode_buku from buku;

3)      Menampilkan data dengan kondisi data tertentu dengan klausa WHERE
Syntax : SELECT * FROM namatabel WHERE kondisi;

Berikut ini perintah untuk menampilkan data pada tabel buku dimana nilai pada kolom kode_buku adalah B001 :
MariaDB [perpustakaan2]> select * from buku where kode_buku=’B001’;

Beberapa operator perbandingan yang dapat digunakan pada klausa WHERE  selain “=” adalah : > (lebih dari), < (kurang dari), < > (tidak sama dengan), >= (lebih dari atau sama dengan), <= (kurang dari atau sama dengan). Adapun operator lain, yaitu : AND, OR, NOT, BETWEEN-AND, IN dan LIKE. Berikut ini data yang ada pada tabel pengarang:

MariaDB [perpustakaan2]> select * from buku;

Contoh 1 : perintah untuk menampilkan data pada tabel buku dimana nilai harga berkisar dari 25000 hingga 50000 :

MariaDB [perpustakaan2]> select * from buku where harga>=25000 and harga<=50000;

Atau
MariaDB [perpustakaan2]> select * from buku where harga between 25000 and 50000;

Contoh 2 : perintah untuk menampilkan data pada tabel buku dimana nilai harga sama dengan 25000 atau 50000 :

MariaDB [perpustakaan2]> select * from buku where harga=25000 or harga=50000;

atau

MariaDB [perpustakaan2]> select * from buku where harga in (25000,50000);

Contoh 3 : perintah untuk menampilkan data pada tabel buku dimana nilai pada kolom judul_buku tidak sama dengan basis data :

MariaDB [perpustakaan2]> select * from buku where not judul_buku=’Basis Data Terpadu’;

atau

MariaDB [perpustakaan2]> select * from buku where judul_buku<>’Basis Bata Terp;

Contoh 4 : Isi tabel buku

MariaDB [perpustakaan2]> select * from buku;

perintah untuk menampilkan data pada tabel buku dimana data pada kolom tertentu diawali dengan nilai tertentu, misalnya pada kolom judul_buku dimana diawali dengan karakter ‘B’ :
MariaDB [perpustakaan2]> select * from buku where judul_buku like B%’;

4)      Memberikan nama lain pada kolom
Syntax :
SELECT namakolomlama AS namakolombaru FROM namatabel;

Berikut ini perintah untuk memberikan nama lain pada kolom judul_buku menjadi judul pada tabel pengarang :

Mysql> select judul_buku as judul from buku;                                     

5)      Menggunakan alias untuk nama tabel
Syntax :
SELECT nmalias.jenis, nmalias.harga FROM namatabel nmalias;

Berikut ini perintah untuk memberikan alias pada tabel buku :

MariaDB [perpustakaan2]> select j.judul_buku, j.harga from buku j;

6)      Menampilkan data lebih dari dua tabel
Syntax :
SELECT * from namatabel1,namatabel2,namatabel-n;

Isi tabel pengarang:

MariaDB [perpustakaan2]> select * from pengarang;

Isi tabel buku :
MariaDB [perpustakaan2]> select * from buku;

Berikut ini perintah untuk menampilkan semua data pada tabel pengarang dan buku :

MariaDB [perpustakaan2]> select * from pengarang, buku;

7)      Operator comparison ANY dan ALL
a.       Operator ANY digunakan berkaitan dengan subquery. Operator ini menghasilkan TRUE (benar) jika paling tidak salah satu perbandingan dengan hasil subquery menghasilkan nilai TRUE. Ilustrasinya :
           Gaji > ANY (S)
Jika subquery S menghasilkan G1, G2, ..., Gn, maka kondisi di atas identik dengan :
           (gaji > G1) OR (gaji > G2) OR ... OR (gaji > Gn)
Contoh : perintah untuk menampilkan semua data pengarang yang harga bukunya bukan yang terkecil:

MariaDB [perpustakaan2]> select * from buku where harga > ANY  (select kode_pengarang from pengarang);

b.      Operator ALL digunakan untuk melakukan perbandingan dengan subquery. Kondisi dengan ALL menghasilkan nilai TRUE (benar) jika subquery tidak menghasilkan apapun atau jika perbandingan menghasilkan TRUE untuk setiap nilai query terhadap hasil subquery.
Contoh: perintah untuk menampilkan data pengarang yang harganya paling tinggi:

MariaDB [perpustakaan2]> select * from buku where harga >= ALL  (select kode_pengarang from pengarang);

a.       COUNT
Perintah yang digunakan untuk menghitung jumlah baris suatu kolom pada tabel. Contoh : perintah untuk menghitung jumlah baris kolom kode_buku pada tabel buku:

MariaDB [perpustakaan2]> select count(kode_buku) from buku;

b.      SUM
Perintah yang digunakan untuk menghitung jumlah nilai suatu kolom pada tabel. Contoh : perintah untuk menghitung jumlah nilai kolom harga pada tabel pengarang:

MariaDB [perpustakaan2]> select sum(harga) from buku;

c.       AVG
Perintah yang digunakan untuk menghitung rata-rata dari nilai suatu kolom pada tabel. Contoh : perintah untuk menghitung rata-rata dari kolom harga pada tabel pengarang:
MariaDB [perpustakaan2]select avg(harga) from buku;
  
d.      MIN
Perintah yang digunakan untuk menampilkan nilai terkecil dari suatu kolom pada tabel.
Contoh : perintah untuk menampilkan nilai terkecil dari kolom harga pada tabel buku:

MariaDB [perpustakaan2]> select min(harga) from buku;
                   
e.       MAX
Perintah yang digunakan untuk menampilkan nilai terbesar dari suatu kolom pada tabel. Contoh : perintah untuk menampilkan nilai terbesar dari kolom harga pada tabel buku:
MariaDB [perpustakaan2]> select max(harga) from buku;
                 
9)      SQL dengan GROUP BY dan HAVING
Klausa GROUP BY digunakan untuk melakukan pengelompokan data. Sebagai contoh, terdapat tabel buku dengan data sebagai berikut :
MariaDB [perpustakaan2]> select * from buku;

akan ditampilkan hanya kolom tahun_masuk dan digabungkan dengan SUM(jml_buku) yang dikelompokkan berdasarkan kolom tahun_masuk pada tabel buku :
MariaDB [perpustakaan2]> select sum(jml_buku) from buku group by tahun_terbit:

Klausa HAVING digunakan untuk menentukan kondisi bagi klausa GROUP BY. Kelompok yang memenuhi HAVING saja yang akan dihasilkan. Contoh : perintah untuk menampilkan data hanya kolom tahun_masuk yang dikelompokkan berdasarkan kolom tahun_masuk, dimana jumlah buku berdasarkan kelompoknya harus lebih besar dari satu pada tabel buku :

MariaDB [perpustakaan2]> select kode_pengarang from buku group by kode_pengarang having count(kode_buku) >1;

10)  ORDER BY
Klausa ORDER BY digunakan untuk mengurutkan data berdasarkan kolom tertentu sesuai dengan tipe data yang dimiliki. Contoh : perintah untuk mengurutkan data buku berdasarkan kolom judul :

MariaDB [perpustakaan2]> select *from buku order by judul_buku;

atau tambahkan ASC untuk pengurutan secara ascending (menaik)
MariaDB [perpustakaan2]> select *from buku order by judul_buku asc;

atau tambahkan DESC untuk pengurutan secara descending (menurun)

MariaDB [perpustakaan2]> select *from buku order by judul_buku desc;       

d.      DELETE
Perintah DELETE digunakan untuk menghapus satu baris, baris dengan kondisi tertentu atau seluruh baris. Syntax :

DELETE FROM namatabel [WHERE kondisi];


Perintah dalam tanda [] bersifat opsional untuk menghapus suatu baris dengan suatu kondisi tertentu. Berikut ini perintah untuk menghapus baris pada tabel buku dengan data sebagai berikut :

MariaDB [perpustakaan2]> select * from buku;

Contoh 1 : jika ingin menghapus seluruh baris pada tabel pengarang :

MariaDB [perpustakaan2]> delete from buku;

Contoh 2 : jika ingin menghapus baris yang memiliki nilai ‘B001’ pada kolom kode_buku pada tabel buku maka perintahnya sebagai berikut :

MariaDB [perpustakaan2]> delete from buku where kode_buku=’B001’;

Contoh 3 : jika ingin menghapus baris yang memiliki nilai ‘Basis Data Terpadu’ pada kolom judul_buku  pada tabel buku maka perintahnya sebagai berikut :

MariaDB [perpustakaan2]> delete from buku where judul_buku=’Basis Data Terp’;




POKOK BAHASAN 5

QUERY DAN VIEW

A.    Query
Query merupakan suatu proses pengolahan data yang digunakan untuk memberikan hasil dari basis data berdasarkan kriteria tertentu. Query tidak hanya membaca atau mengambil data, query biasanya melibatkan beberapa tabel yang direlasikan dengan menggunakan field kunci. Namun query juga dapat digunakan pada satu tabel saja, tetapi hasilnya kurang informatif dan terbatas.

  1. Aturan dalam melakukan query antar tabel :
a.       Setiap field disebutkan bersama dengan nama tabelnya, dipisahkan tanda titik (.).
Syntax : Namatabel.namafield.
Contoh : buku.kode_buku artinya field kode_buku dari tabel buku.
b.      Setiap tabel yang terlibat dalam proses query harus disebutkan dalam klausa FROM, dengan pemisah koma (,).Dimana urutan tabel tidak mempengaruhi proses query.
Contoh : FROM buku, anggota.
c.       Kondisi dalam klausa WHERE mempengaruhi jenis join yang tercipta.

  1. Jenis-jenis join pada query :
a.       Operator Cross Join
Operator ini berguna untuk melakukan operasi penggabungan dengan perkalian kartesain. Namun penggabungan jenis ini jarang digunakan karena tidak menghasilkan nilai informasi yang efektif.
Contoh :
MariaDB [perpustakaan2]> select *from buku cross join pengarang limit 5;

b.      Operator Inner Join
Inner join digunakan untuk menampilkan data dari dua tabel yang berisi data sesuai dengan syarat dibelakang on (tidak boleh null), dengan kata lain semua data dari tabel kiri mendapat pasangan data dari tabel sebelah kanan. Berikut ini perintah untuk menampilkan data dari tabel pengarang dan buku dengan syarat berdasarkan kolom kode_pengarang :
MariaDB [perpustakaan2]> select * from pengarang join buku on (pengarang.Kode_pengarang=buku.Kode_pengarang);

c.       Operator Equijoin
Equijoin adalah penggabungan antar tabel dengan menggunakan operator ‘=’ pada kondisi klausa WHERE
Contoh :
MariaDB [perpustakaan2]> SELECT buku.Kode_buku, buku.judul_buku, pengarang.Kode_pengarang, pengarang.Nama_pengarang FROM buku, pengarang WHERE buku.Kode_pengarang=pengarang.Kode_pengarang;

d.      Operator Self-Join
Self-join adalah jenis penggabungan antar field dari tabel yang sama. Untuk melakukan penggabungan self-join menggunakan alias.
Contoh :
MariaDB [perpustakaan2]> SELECT a.Kode_buku, b.Judul_buku FROM buku a, buku b WHERE a.harga=’25000’ AND a.harga=’25000’;

e.       Operator Natural Join
Operator ini digunakan untuk melakukan operasi equijoin dengan memperlakukan nama-nama kolom yang sama sebagai kolom penghubung.
Contoh :
MariaDB [perpustakaan2]> SELECT buku.kode_buku, buku.judul_buku, pengarang.kode_pengarang, pengarang.nama_pengarang FROM buku NATURAL JOIN pengarang;

Natural Join dibedakan menjadi  2 yaitu :
·         Natural Left Join
Natural left join digunakan untuk menampilkan semua data dari tabel sebelah kiri perintah natural left join beserta pasangannya dari tabel sebelah kanan. Meskipun terdapat data dari sebelah kiri tidak memiliki pasangan, tetap akan ditampilkan dengan pasangannya berupa nilai NULL.
MariaDB [perpustakaan2]> select *from pengarang natural left join buku;
            
·         Natural Right Join
Natural right join digunakan untuk menampilkan semua data dari tabel sebelah kanan perintah natural right join beserta pasangannya dari tabel sebelah kiri. Meskipun terdapat data dari sebelah kanan tidak memiliki pasangan, tetap akan ditampilkan dengan pasangannya berupa nilai NULL.
MariaDB [perpustakaan2]> select *from pengarang natural right join buku;

  1. UNION, INTERSECT dan EXCEPT
1.      UNION
UNION merupakan operator yang digunakan untuk menggabungkan hasil query, dengan ketentuan jumlah, nama dan tipe kolom dari masing-masing tabel yang akan ditampilkan datanya harus sama. Berikut ini perintah untuk memperoleh data pada tabel buku dimana tahun penerbitan 2003 dan 2004 :

Mysql> select tahun_terbit,judul from buku where tahun_terbit=’2003’ union > select tahun_terbit,judul from buku where tahun_terbit=’2004’;

Perintah di atas identik dengan :

MariaDB [perpustakaan2]> select tahun_terbit,Judul_buku from buku where tahun_terbit=’2003’ or tahun_terbit =’2004’;
                                                     
Namun tidak semua penggabungan dapat dilakukan dengan OR, yaitu jika bekerja pada dua tabel atau lebih.

2.      INTERSECT
INTERSECT merupakan operator yang digunakan untuk memperoleh data dari dua buah query dimana data yang ditampilkan adalah yang memenuhi kedua query tersebut dengan ketentuan jumlah, nama dan tipe kolom dari masing-masing tabel yang akan ditampilkan datanya harus sama.
Syntax :
SELECT * FROM namatabel1 INTERSECT SELECT * FROM namatabel2

Pada MySQL tidak terdapat operator INTERSECT namun sebagai gantinya dapat menggunakan operator IN seperti contoh 1 pada bagian Nested Queries.



3.      EXCEPT / Set Difference
EXCEPT merupakan operator yang digunakan untuk memperoleh data dari dua buah query dimana data yang ditampilkan adalah data yang ada pada hasil query 1 dan tidak terdapat pada data dari hasil query 2 dengan ketentuan jumlah, nama dan tipe kolom dari masing-masing tabel yang akan ditampilkan datanya harus sama.
Syntax :

SELECT * FROM namatabel1 EXCEPT SELECT * FROM namatabel2

Pada MySQL tidak terdapat operator EXCEPT namun sebagai gantinya dapat menggunakan operator NOT IN seperti contoh 2 pada bagian Nested Queries.

  1. Nested Queries / Subquery (IN, NOT IN, EXISTS, NOT EXISTS)
Subquery berarti query di dalam query. Dengan menggunakan subquery, hasil dari query akan menjadi bagian dari query di atasnya.
Subquery terletak di dalam klausa WHERE atau HAVING. Pada klausa WHERE, subquery digunakan untuk memilih baris-baris tertentu yang kemudian digunakan oleh query. Sedangkan pada klausa HAVING, subquery digunakan untuk memilih kelompok baris yang kemudian digunakan oleh query.

Contoh 1 : perintah untuk menampilkan data pada tabel pengarang yang mana data pada kolom kode_pengarang-nya tercantum pada tabel buku menggunakan IN :

MariaDB [perpustakaan2]> select * from pengarang where Kode_pengarang in (select Kode_pengarang from buku);

atau menggunakan EXISTS

MariaDB [perpustakaan2]> select * from pengarang where exists (select * from buku where pengarang.Kode_pengarang=buku.Kode_pengarang);

Pada contoh di atas :

SELECT kode_pengarang FROM buku

disebut subquery, sedangkan :

SELECT  *  FROM pengarang

berkedudukan sebagai query. Perhatikan, terdapat data jenis dan harga pada tabel pengarang yang tidak ditampilkan. Hal ini disebabkan data pada kolom jenis tidak terdapat pada kolom jenis di tabel buku.
Contoh 2 : perintah untuk menampilkan data pada tabel pengarang yang mana data pada kolom jenis-nya tidak tercantum pada tabel buku menggunakan NOT IN :

MariaDB [perpustakaan2]> select * from pengarang where kode_pengarang not in (select kode_pengarang from buku);

atau menggunakan NOT EXISTS

MariaDB [perpustakaan2]> select *from pengarang where not exists (select * from buku where pengarang.Kode_pengarang=buku.Kode_pengarang); 

B.     View
View adalah perintah query yang disimpan pada database dengan suatu nama tertentu, sehingga bisa digunakan setiap saat untuk melihat data tanpa menuliskan ulang query tersebut.

Syntax dasar perintah untuk membuat view adalah sebagai berikut :

CREATE
  [OR REPLACE]
  VIEW view_name [(column_list)]
  AS select_statement

Kita menggunakan opsi OR REPLACE jika kita ingin mengganti view dengan nama yang sama dengan perintah tersebut. Jika tidak maka perintah CREATE VIEW akan menghasilkan error jika nama view yang ingin dibuat sudah ada sebelumnya.

C.    Penggunaan view
1.      View antar 2 tabel
Kita akan membuat view dari relasi antara tabel "buku" dan "penerbit" untuk menampilkan data buku dan penerbitnya dari database perpustakaan dengan nama "view_buku". Perintahnya adalah sebagai berikut :

MariaDB [perpustakaan2]> CREATE VIEW view_buku AS SELECT a.Kode_buku, a.Judul_buku, a.tahun_terbit, b.Nama_pengarang FROM buku a JOIN pengarang b ON a.kode_pengarang= b.kode_pengarang;

Eksekusi perintah berikut untuk memastikan view telah dibuat :

SELECT * FROM information_schema.views WHERE table_name = 'view_buku';

Lihat hasil query view view_buku :

MariaDB [perpustakaan2]> select *from view_buku;

2.      View dengan 3 tabel
Membuat view dari relasi antara tabel “buku”, “anggota” dan “peminjaman” untuk menampilkan data peminjaman buku dari database perpustakaan dengan nama "view_peminjaman". Perintahnya adalah sebagai berikut :

MariaDB [perpustakaan2] > CREATE VIEW view_peminjaman
AS
SELECT a.id_peminjaman, b.kode_buku, b.judul_buku,
c.kode_anggota, c.nama_anggota, a.tanggal_pinjam,
a.tanggal_kembali
FROM peminjaman a, buku b,
 anggota c WHERE a.kode_buku= b.kode_buku AND
a.kode_anggota=c.kode_anggota;

       Eksekusi perintah berikut untuk memastikan view telah dibuat :

SELECT * FROM information_schema.views WHERE table_name = 'view_peminjaman';
Lihat hasil query view view_peminjaman :
 MariaDB [perpustakaan2]> select *from view_peminjaman;




POKOK BAHASAN 6

DATA CONTROL LANGUAGE (DCL) / HAK AKSES USER

A.  Pemahaman Hak Akses
Basis data yang telah dibuat perlu diatur agar data selalu dalam keadaan aman dari pemakai yang tidak berhak. Pengaturan hak akses berguna dalam hal pembatasan pengaksesan suatu data, misalkan hanya pemakai tertentu yang bisa membaca atau pemakai lain yang justru dapat melakukan perubahan dan penghapusan data.

Macam-macam perintah yang terkait dengan hak akses adalah SELECT, INSERT, UPDATE, DELETE, REFERENCES, INDEX, CREATE, ALTER dan DROP.

B.  Mengatur Hak Akses
Untul MySQL versi 3.22. keatas dalam manajemen user dapat menggunakan perintah GRANT dan REVOKE untuk mengatur hak akses pemakai (user).

1.      Perintah GRANT
Dipergunakan untuk membuat user baru dengan izin aksesnya.
Bentuk umum :

GRANT  jenis_akses (`nama_kolom) ON nama_database TO nama_user IDENTIFIED BY ”nama_password” [WITH GRANT pilihan_akses]

Atau

GRANT hak_akses ON namatabel TO pemakai;

Dimana :
·         Hak_akses merupakan hak yang diberikan kepada pemakai berupa SELECT, INSERT saja atau keduanya. Bila hak akses lebih dari satu antar hak akses dipisahkan dengann koma (,).
·         Nama tabel, menyatakan nama tabel yang akan diakses dan diatur.
·         Pemakai, nama pemakai yang telah didaftarkan pada sistem database. Sejumlah pemakai bisa disebutkan dengan dipisahkan tanda koma (,).
Contoh :
Misalkan kita sebagai Administrator basis data yang mempunyai wewenang untuk mengatur hak akses para pemakai. Kita akan mengatur hak akses pengguna siska dan edi (sebagai user).

MariaDB [perpustakaan2]>GRANT SELECT ON buku TO siska;
  
Perintah diatas digunakan untuk memberikan hak akses SELECT terhadap tabel buku kepada user siska sehingga user siska dapat menggunakan perintah SELECT untuk melakukan proses query pada tabel buku.

Hak akses lebih dari satu :

MariaDB [perpustakaan2]>GRANT SELECT, INSERT, UPDATE, DELETE ON buku TO siska, edi;

2.      Perintah REVOKE

C.  Membatasi Hak Akses
Hak akses perlu dibatasi untuk memudahkan dalam mengatur dan mengawasi pemakaian data serta menjaga keamanan data.
Contoh :
Administrator akan memberikan hak akses kepada edi dalam melakukan query tabel buku untuk field tertentu saja. Perintahnya :

MariaDB [perpustakaan2]>GRANT SELECT,UPDATE(kode_buku,judul_buku,tahun_terbit) ON buku TO edi;

Dari perintah diatas user arif hanya dapat melakukan SELECT dan UPDATE terhadap tiga field yaitu kode_bukujudul_bukutahun_terbit).

D.  Hak Akses Penuh
Untuk memberikan hak akses penuh kepada pemakai, dapat memakai perintah klausa ALL PRIVILEGES. Tentunya dengan pemberian hak akses penuh kepada pemakai (user).
Contoh :
MariaDB [perpustakaan2]>GRANT ALL PRIVILEGES ON buku to siska;

Atau menggunakan

MariaDB [perpustakaan2]> GRANT ALL ON buku to siska;

E.  Hak Akses kepada Public
Untuk memberikan hak akses kepada banyak user dapat menggunakan klausa PUBLIC. Bebrapa DBMS ada yang menggunakan klausa WORLD. Contoh :

MariaDB [perpustakaan]> grant select, insert, update on buku.* to 'user@%' identified by 'pwd';

F.   Pencabutan Hak Akses
1.      Pencabutan Hak Akses Sementara
Untuk melakukan pencabutan atau penghapusan hak akses user menggunakan perintah REVOKE. Perintah ini juga mampu melakukan pencabutan hak akses sebagian pemakai atau secara keseluruhan.
Bentuk umum :

REVOKE hak_akses ON nama_databaseFROM nama_user;
atau
REVOKE hak_akses ON namatabel FROM nama_user;

Contoh :
Admistrator ingin mencabut hak akses user siska, maka perintahnya :

MariaDB [perpustakaan2]> REVOKE SELECT ON buku FROM siska;

Atau
MariaDB [perpustakaan2]> REVOKE SELECT, INSERT ON buku FROM edi;

2.      Perintah DELETE
Untuk menghapus user secara permanen dari basis data



umsida.ac.id
fst.umsida.ac.id